BAULA – Menyadari pentingnya asupan gizi yang optimal bagi perkembangan kognitif anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan kampanye "Gemarikan" (Gemar Makan Ikan) di Sekolah Dasar (SD) setempat di Desa Baula. Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir anak-anak agar lebih menyukai konsumsi ikan yang kaya akan protein dan Omega-3.
Program ini dilatarbelakangi oleh fenomena tingginya konsumsi makanan cepat saji atau jajanan kurang bergizi di kalangan anak sekolah, sementara potensi perikanan dan ketersediaan ikan sebenarnya cukup mudah diakses oleh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, edukasi tidak dilakukan dengan ceramah satu arah yang membosankan. Mahasiswa KKN Unhas mengemas materi ke dalam bentuk storytelling (bercerita) interaktif tentang manfaat ikan bagi kecerdasan otak dan kekuatan tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan berbagai jenis olahan ikan yang menarik dan ramah di lidah anak-anak, membuktikan bahwa makan ikan bisa menjadi pengalaman yang lezat dan tidak amis.
Antusiasme siswa SD sangat terlihat sepanjang acara. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab berhadiah dan makan bersama olahan ikan yang telah disiapkan.
Melalui program Gemarikan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan tidak hanya berhenti pada anak-anak, tetapi juga menular kepada para orang tua di Desa Baula. Dengan membiasakan konsumsi ikan sejak dini, masyarakat Desa Baula turut berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas, sehat, dan bebas dari risiko stunting.
Catatan Kritis Mentor: Jangan Terjebak pada Program "Template"
Sebagai partner diskusi Anda, saya harus jujur: "Gemarikan" adalah program KKN yang sangat mainstream. Hampir setiap gelombang KKN di berbagai kampus melakukan ini. Jika Anda hanya datang, membagikan makanan, berfoto, dan pulang, Anda tidak sedang mengasah mental problem solver yang dibutuhkan di dunia profesional.
